{"id":4165,"date":"2025-12-12T08:11:49","date_gmt":"2025-12-12T08:11:49","guid":{"rendered":"https:\/\/rajawalinews.net\/?p=4165"},"modified":"2025-12-12T08:11:49","modified_gmt":"2025-12-12T08:11:49","slug":"gila-bangunan-mini-45-x-6-meter-seperti-kotak-sabun-pagu-hampir-rp200-juta-publik-geram-dugaan-mark-up-makin-menguat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/rajawalinews.net\/?p=4165","title":{"rendered":"Gila\u2026!! Bangunan Mini 4,5 x 6 Meter Seperti Kotak Sabun, Pagu Hampir Rp200 Juta \u2014 Publik Geram, Dugaan Mark-Up Makin Menguat"},"content":{"rendered":"<p>RAJAWALINEWS &#8211; Serdang Bedagai, Sumut \u2014 Kamis, 11 Desember 2025 &#8211;<br \/>\nProyek rehabilitasi Balai Penyuluhan KB (Keluarga Berencana) di Pekan Dolok Masihul, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai, kian menjadi sorotan panas. Pasalnya, bangunan super mini berukuran hanya 4,5 meter x 6 meter\u2014yang secara kasat mata setara dapur rumah sederhana\u2014dipasangi anggaran jumbo mencapai Rp188.890.000.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-4167\" src=\"https:\/\/rajawalinews.net\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/IMG_20251212_150005-150x150.jpg\" alt=\"\" width=\"150\" height=\"150\" srcset=\"https:\/\/rajawalinews.net\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/IMG_20251212_150005-150x150.jpg 150w, https:\/\/rajawalinews.net\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/IMG_20251212_150005-90x90.jpg 90w\" sizes=\"auto, (max-width: 150px) 100vw, 150px\" \/><\/p>\n<p>Proyek ini didanai DAK Tahun Anggaran 2025 dan dikerjakan oleh CV Atika Utami Shakti. Namun publik menilai angka tersebut sama sekali tidak masuk akal, bahkan dinilai terlalu \u201ctebal\u201d untuk ukuran bangunan kotak kecil tanpa sekat dan tanpa pekerjaan berat.<\/p>\n<p>Bentuk Fisik Bangunan: Mini, Sederhana, dan Tanpa Justifikasi Anggaran Besar<\/p>\n<p>Hasil investigasi RAJAWALINEWS di lapangan menunjukkan bahwa bangunan hanya mengalami:<\/p>\n<p>pengecatan ulang,<\/p>\n<p>pemasangan dinding bata\/panel ringan,<br \/>\natap multiroof standar,<br \/>\nlantai keramik biasa,<br \/>\npintu\/jendela standar,<br \/>\ndan finishing sederhana.<\/p>\n<p>Tidak ada pekerjaan:<\/p>\n<p>struktur beton besar,<\/p>\n<p>pondasi dalam,<br \/>\nornamen khusus,<br \/>\ninstalasi teknis rumit,<br \/>\natau material berkualitas premium.<\/p>\n<p>Bangunan merekat langsung pada struktur lama, tidak tampak renovasi komprehensif yang bisa menjelaskan anggaran hampir Rp200 juta.<\/p>\n<p>Tukang Bangunan: \u201cTak masuk akal. Bangunan begitu paling habis Rp40\u201350 juta\u201d<\/p>\n<p>Seorang tukang bangunan berpengalaman yang sering menangani proyek aula sekolah dan kantor pemerintah mengatakan kepada wartawan RAJAWALINEWS:<\/p>\n<p>\u201cBangunan itu paling habis 50 juta sudah sangat bagus. Ini mah kotak kosong, cat ulang, ganti atap. Tidak ada yang mahal. Saya bilang Rp200 juta itu tak masuk akal.\u201d<\/p>\n<p>Pendapat ini memperkuat dugaan bahwa proyek ini berpotensi mark-up, penggelembungan harga, atau manipulasi volume pekerjaan.<\/p>\n<p>Bertentangan Dengan Instruksi Presiden Prabowo Soal Efisiensi Anggaran<\/p>\n<p>Presiden Prabowo Subianto berulang kali menegaskan bahwa penggunaan APBN\/APBD harus efisien, tepat guna, dan bebas praktik korupsi. Namun proyek DAK di Sergai ini justru terkesan kebablasan dan tidak sejalan dengan kebijakan efisiensi nasional.<\/p>\n<p>Seorang warga Dolok Masihul bahkan menyampaikan:<\/p>\n<p>\u201cKalau pusat bicara efisiensi, kenapa daerah malah \u2018boros\u2019? Bangunan kecil kok hampir Rp200 juta? Di mana logikanya?\u201d<\/p>\n<p>Peran Konsultan Perencana &amp; Pengawas Dipertanyakan \u2014 Publik Minta Dibuka ke Ruang Terang<\/p>\n<p>Konsultan perencana dan pengawas menjadi sorotan tajam. Publik mempertanyakan:<\/p>\n<p>Dasar penyusunan RAB hingga mencapai Rp188,8 juta.<br \/>\nKomponen pekerjaan apa yang dinilai mahal?<br \/>\nApakah harga satuan sesuai HSPK dan standar SNI?<br \/>\nMengapa bangunan mini tanpa spesifikasi berat dinilai seharga bangunan Ruko?<br \/>\nSiapa yang mengesahkan RAB dan siapa yang memverifikasi progres fisiknya?<\/p>\n<p>Salah satu pengamat konstruksi kabupaten menegaskan:<\/p>\n<p>\u201cJika RAB benar, harusnya terlihat pekerjaan besar. Tapi bangunannya kecil dan sederhana. Ini menimbulkan tanda tanya besar.\u201d<\/p>\n<p>Tokoh Pemuda : \u201cIni Harus Diusut. Ini DAK, Bukan Uang Siluman.\u201d<\/p>\n<p>Sejumlah tokoh masyarakat Dolok Masihul menilai proyek ini tidak boleh dianggap sepele. Karena sumber dananya adalah DAK, maka setiap tahapan harus mengikuti aturan ketat.<\/p>\n<p>\u201cDAK itu uang rakyat. Bukan uang keluarga, bukan uang kantong pejabat. Kalau ada kejanggalan, harus diperiksa.\u201d<\/p>\n<p>APH Diminta Turun: Kejaksaan, Polres, BPK, Inspektorat Diminta Audit Menyeluruh<\/p>\n<p>Gelombang desakan publik makin kuat. Mereka meminta:<\/p>\n<p>Kejaksaan Tinggi Sumut<br \/>\nKejaksaan Negeri Serdang Bedagai<br \/>\nPolres Serdang Bedagai<br \/>\nInspektorat Sergai<br \/>\nBPK RI Perwakilan Sumut<\/p>\n<p>melakukan audit menyeluruh terhadap:<\/p>\n<p>Perencanaan<br \/>\nPenyusunan RAB<br \/>\nTender dan penunjukan penyedia<br \/>\nProses pengerjaan<br \/>\nVolume pekerjaan<br \/>\nSerapan anggaran<\/p>\n<p>Publik mencurigai bahwa proyek semacam ini bisa menjadi pola, bukan kasus tunggal.<\/p>\n<p>Pemkab Sergai Diminta Buka Mulut \u2014 Sikap Diam Justru Memperkuat Kecurigaan<\/p>\n<p>Hingga berita ini diterbitkan, tidak ada satu pun penjelasan resmi dari:<\/p>\n<p>Dinas teknis terkait,<\/p>\n<p>PPATK proyek,<br \/>\nPejabat pembuat komitmen,<br \/>\natau pihak konsultan.<\/p>\n<p>&#8220;Sikap diam ini tak sehat,&#8221; ujar seorang aktivis antikorupsi Sergai.<\/p>\n<p>\u201cKalau tidak ada masalah, kenapa tidak dibuka saja ke publik? RAB-nya, gambar teknisnya, progres fisiknya. Transparansi itu wajib.\u201d<\/p>\n<p>KESIMPULAN INVESTIGATIF SEMENTARA<\/p>\n<p>Temuan sementara mengarah pada indikasi kuat bahwa:<\/p>\n<p>Nilai proyek tidak sesuai fisik di lapangan<\/p>\n<p>Transparansi sangat rendah<br \/>\nPengawasan lemah atau sengaja dibiarkan<br \/>\nPotensi mark-up besar<br \/>\nStandar efisiensi DAK diduga tidak dijalankan<br \/>\nSistem kontrol internal Pemkab Sergai dipertanyakan<\/p>\n<p>Kasus ini berpotensi menjadi puncak gunung es dari pola pembangunan kecil-berbiaya-besar yang selama ini dikeluhkan warga<\/p>\n<p>PPWI ( Persatuan Pewarta warga Indonesia) Sergai Akan Menurunkan TIM Khusus untuk Investigasi Lanjutan<\/p>\n<p>Dalam edisi mendatang, PPWI Sergai akan menurunkan:<\/p>\n<p>Analisis RAB vs Harga Pasar<\/p>\n<p>Perbandingan bangunan serupa di kabupaten lain<br \/>\nPenelusuran struktur CV pelaksana &amp; rekam jejaknya<br \/>\nJejak hubungan penyedia dengan jaringan pejabat daerah<br \/>\nDokumentasi progres fisik real di lapangan<br \/>\n( Tim\/ Red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>RAJAWALINEWS &#8211; Serdang Bedagai, Sumut \u2014 Kamis, 11 Desember 2025 &#8211; Proyek <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/rajawalinews.net\/?p=4165\" title=\"Gila\u2026!! Bangunan Mini 4,5 x 6 Meter Seperti Kotak Sabun, Pagu Hampir Rp200 Juta \u2014 Publik Geram, Dugaan Mark-Up Makin Menguat\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":4166,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"googlesitekit_rrm_CAow3uLBDA:productID":"","footnotes":""},"categories":[18,20,335],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-4165","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-finance","category-insurances","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/rajawalinews.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4165","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/rajawalinews.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/rajawalinews.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rajawalinews.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rajawalinews.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4165"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/rajawalinews.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4165\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4168,"href":"https:\/\/rajawalinews.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4165\/revisions\/4168"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rajawalinews.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4166"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/rajawalinews.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4165"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/rajawalinews.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4165"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/rajawalinews.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4165"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/rajawalinews.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=4165"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}